<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.3.3" -->
<rss version="0.92">
<channel>
	<title>injurytime</title>
	<link>http://injurytime.dagdigdug.com</link>
	<description>belajar hidup dan ilmu kehidupan dari lapangan hijau</description>
	<lastBuildDate>Thu, 04 Sep 2008 12:18:45 +0000</lastBuildDate>
	<docs>http://backend.userland.com/rss092</docs>
	<language>en</language>
	
	<item>
		<title>Mencintai pedih</title>
		<description>[Jatuh itu sakit. Apalagi jika terjun bebas dari ketinggian. Luar biasa pedih! Tapi, diam-diam seringkali muncul kenikmatan yang tanpa kita sadari justru membuat kita enggan berdiri lagi.]


Teman kami sedang amat sangat down. Ibarat kata pepatah, sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Kariernya hancur berantakan, nama baiknya tercemar, plus persoalan pribadi yang ...</description>
		<link>http://injurytime.dagdigdug.com/2008/09/04/mencintai-pedih/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Menyapu debu abadi</title>
		<description>[Kita semua pasti paham bahwa "memang tidak ada yang sempurna" - meski berbeda-beda menyikapinya. Ada yang bersedia menerima cacat itu, namun banyak yang memilih mencampakkannya...]

Sepintas, menyapu adalah sebuah kegiatan yang sangat sepele. Membuat gerakan yang sama berulang-ulang untuk sekadar membersihkan sesuatu - bisa lantai, rumah, pekarangan, atau perabotan - dari ...</description>
		<link>http://injurytime.dagdigdug.com/2008/09/02/menyapu-debu-abadi/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Membuka tanpa alasan</title>
		<description>[Pintu itu ada di sana... Tanpa sengaja tertutup rapat dan terkunci saat kita pergi melaluinya... Kini kita hanya bisa berharap sang pemilik rumah mau berbesar hati membukakannya untuk kita... Melulu sebuah anugerah jika akhirnya sang daun pintu berderit pelan menunjukkan jalan pulang...]

“There has been no harsher critic of Barack Obama’s ...</description>
		<link>http://injurytime.dagdigdug.com/2008/08/27/membuka-tanpa-alasan/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Pacaran boleh, kawin jangan</title>
		<description>"Sadar nggak sih ama yang lu lakuin selama ini?" sentak seorang karib kepada sohibnya suatu kali. "Apa lu nggak nyadar berapa orang yang lu sakiti dengan kelakuan minus lu itu? Apa nggak cukup semua daftar korban yang kalau dideretin bisa lebih dari selembar kwarto?"

Aha... ternyata obrolan dua lelaki itu tak ...</description>
		<link>http://injurytime.dagdigdug.com/2008/08/14/pacaran-boleh-kawin-jangan/</link>
			</item>
	<item>
		<title>&#8220;Hei, lihat, kami terjepit di sini&#8230;&#8221;</title>
		<description>[Kita semua berhak menikmati jerih payah mendaki ke puncak. Tapi, tak ada salahnya menimbang mereka yang di bawah.]

Pernikahan adalah momen spesial yang diharapkan hanya akan terjadi sekali seumur hidup. Wajar jika nyaris semua kita menginginkan upacara suci itu berjalan hikmat, sakral, sekaligus penuh kesan. Ketika peradaban menawarkan kemungkinan untuk makin ...</description>
		<link>http://injurytime.dagdigdug.com/2008/07/28/hei-lihat-kami-terjepit-di-sini/</link>
			</item>
	<item>
		<title>R U really care?</title>
		<description>[Kita kadang merasa lebih tahu apa yang terbaik bagi orang lain. Tapi, seringkali tanpa sadar itu melulu cerminan yang terbaik bagi kita.]

Kasihan sekali keponakan saya. Hari-hari ini gadis tanggung yang seharusnya sedang penuh canda tawa menjalani hari-harinya sontak memamerkan tampang bermuram durja. Berbeda dengan remaja tanggung seusianya, Christina kerap tertangkap ...</description>
		<link>http://injurytime.dagdigdug.com/2008/07/22/r-u-really-care/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Dua cara menyesal</title>
		<description>[Silakan pilih: menyesal karena belum berbuat atau karena sudah melakukan? Putuskan apakah lebih suka menengok ke belakang dan mengevaluasi atau melongok ke depan dan terus bermimpi.]
Memiliki rumah idaman untuk warga Jakarta bukan perkara mudah. Bahkan untuk para profesional muda yang biasanya bergaji relatif pas dengan kebutuhannya. Menyisihkan sedikit uang dari ...</description>
		<link>http://injurytime.dagdigdug.com/2008/07/17/dua-cara-menyesal/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Time to choose</title>
		<description>[Hidup adalah permainan pikiran. Berbahagialah mereka yang selalu bisa menemukan alasan untuk memilih, meski berkawan dengan sesal. Daripada mereka yang mencintai bimbang ragu dan diam-diam mencintai keterhentian langkah.]

Ini khas penulis... yang berpretensi menghasilkan master piece... dengan berlama-lama termenung dalam benaknya sendiri... dan tak kunjung mau merangkai kata pun kalimat. Mungkin ...</description>
		<link>http://injurytime.dagdigdug.com/2008/07/16/time-to-choose/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Luka karena percaya</title>
		<description>[Jika kau melepaskan segala, tiada luka yang kan terbuka. Jika kau mempercayai sesuatu, tiada mudah pedih disanggah.]

B******N!!!

Wajahnya mengeras, kedua rahang mengatup, menatap penuh murka yang tak terbayangkan. Nafasnya sesak, menahan luapan amarah di dada yang berdegup tak karuan. Tiba-tiba tangannya mengepal, mengayun, dan melontarkan gelora sang pesakitan, "B*******N!!!"

Umpatan yang mewakili ...</description>
		<link>http://injurytime.dagdigdug.com/2008/07/01/luka-karena-percaya/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Secarik kontrak, selarik onak</title>
		<description>[Jika Tuhan saja selalu ikhlas memberi maaf, kenapa manusia tidak? Faktanya, ada banyak maaf yang tak bisa diterima dengan sempurna. Karena kita manusia, bukan Tuhan, yang masih terbujuk ihwal duniawi.]

Suatu malam, dalam dekap hening, bertuturlah sang hati kepada sang pencipta. "Tuhan, saya menyesal atas segala dosa yang telah saya perbuat. ...</description>
		<link>http://injurytime.dagdigdug.com/2008/06/25/secarik-kontrak-selarik-onak/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Magis ketiadaan</title>
		<description>[Jangan pernah menyesali keterbatasan. Arungilah segala arus yang mengempaskan kita ke tubir jurang. Dan, saat kelokan terakhir terlampaui, kepalkanlah tanganmu! Berteriaklah sekeras-kerasnya! Yes, it's done!!!]

Bak disambar petir di siang bolong, Dra. Irna Minauli, M.Psi hanya bisa meratap saat diberitahu dokter bahwa buah hatinya mengidap penyakit autis. Iqbal Rahyan, yang kini ...</description>
		<link>http://injurytime.dagdigdug.com/2008/06/25/magis-ketiadaan/</link>
			</item>
	<item>
		<title>When everything is right and wrong&#8230;</title>
		<description>[Kala sukses, sekonyong-konyong semua menjadi benar. Sebaliknya, saat gagal, semua tiba-tiba menjadi salah. That's life. Just accept it.]

"Apa-apaan ini!" murka bos besar kami. "Kayak anak kemaren sore aja! Sejak kapan kantor ini memproduksi barang rongsokan seperti ini? Kalau tidak niat kerja, bilang sekarang! Jangan banyak alasan! Kalau kita berani menjual ...</description>
		<link>http://injurytime.dagdigdug.com/2008/06/24/when-everything-is-right-and-wrong/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Membeli bahagia</title>
		<description>[Masihkah sebuah kemenangan menjadi berarti tanpa kelengkapan sebuah prosesi? Semua menjadi sia-sia jika ada yang terluka karenanya.]

Apa yang akan kita lakukan jika suatu hari berada dalam setting cerita berikut ini? Pada suatu hari, seorang laki-laki pulang dari bekerja larut malam. Hari itu  sangat melelahkan baginya. Sesampainya dirumah ia mendapati ...</description>
		<link>http://injurytime.dagdigdug.com/2008/06/20/membeli-bahagia/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Awas kesandung&#8230;</title>
		<description>[Hidup memang sebaiknya selalu melihat ke depan. Tapi, awas, tanpa pijakan yang kokoh pada kekinian, tiada pernah kita bakal sampai ke tujuan.]

"Aku harus bisa!"

Dengarkan baik-baik, seberapa kerap kita menyerukan kalimat penyemangat itu untuk diri kita sendiri? Acap kali - entah sekadar dalam gumaman atau disertai pekikan dari hati. Sebagai penanda ...</description>
		<link>http://injurytime.dagdigdug.com/2008/06/19/awas-kesandung/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Yes, it was because money&#8230; So what?</title>
		<description>[Jangan mudah mencibiri orang kaya. Seakan-akan mereka semua tak punya hati dan hanya mengejar keuntungan semata. Terimalah... memang ada orang yang berhak dihargai lebih karena keistimewaannya. Bukan karena serakah dan atau menghalalkan segala cara.]

Kami punya seorang kawan yang sejak SMU memang brilian. Juara kelas tak pernah lepas dari genggamannya. Meski ...</description>
		<link>http://injurytime.dagdigdug.com/2008/06/17/yes-it-was-because-money-so-what/</link>
			</item>
</channel>
</rss>

