06  Jun
Taman hati

[Sia-sia menjalani sesuatu tanpa kemantapan. Sekuat apapun kita memaksakan, niscaya hanya kehampaan yang akan mengiringi.]

Waktu di-draft Los Angeles Lakers sebagai pemain basket pertama yang masuk NBA dari jenjang SMU, nama Kobe Bryant langsung melejit sebagai calon penerus kebesaran Michael Jordan. Umumnya pemain NBA baru dikontrak setelah lulus universitas, namun Bryant menjadi pengecualian pertama dan terbukti memang layak mendapatkannya.

Tiga musim menjalani masa belajar, sinar forward ganas itu berpuncak pada hat-trick gelar NBA saat duet mesranya dengan Shaquille O’Neal menghasilkan gelar juara NBA 2000, 2001, 2002. Di bawah pelatih Phil Jackson, LA Lakers menjadi raja NBA. Tapi, masa jaya itu hanya sejenak. Perubahan drastis perilaku Bryant membawa kehancuran bukan hanya bagi timnya, tapi juga bagi pribadi-pribadi di sekitarnya.

Dimulai dengan tuduhan pemerkosaan pada tahun 2003, Bryant berubah menjadi pribadi temperamental yang sulit diatur. Sikap yang memaksa dua orang yang berjasa besar, Shaq O’Neal dan Phil Jackson, ditendang. Gaya jumawa sang bintang membuatnya makin terpuruk. Nama Bryant meredup - bahkan diprediksi bakal segera hilang dari peredaran.

Tapi, lihatlah musim ini. Bryant seperti terlahir baru sebagai pemain brilian dan pribadi matang. Di lapangan, aksi istimewanya diganjar gelar Most Valuable Player (MVP) dan membawa LA Lakers masuk final NBA menantang Boston Celtics. Di luar lapangan, tak ada lagi Bryant yang arogan, egois, ermosional, dan punya kecenderungan destruktif. Sosoknya berubah menjadi lebih kalem, mau membagi bola kepada rekan-rekan setimnya, dan membiarkan orang lain mendapat apresiasi atas prestasi tim. Sebuah perubahan besar yang kini membuat bibirnya lebih sering menyunggingkan senyum.

Ketika Bryant berdamai dengan diri sendiri, tidak menempatkan semua hal buruk sebagai musuh, saat itulah “the best of me“-nya muncul. Tanpa ketenangan hati, ketentraman jiwa, kesatuan akal bakal sulit mendapatkan hasil maksimal - tak peduli seistimewa apapun sang sosok pelaku. Keistimewaan Cristiano Ronaldo juga dikhawatirkan bakal meredup jika dia gagal mengelola kontroversi soal masa depan kariernya hari-hari ini. Read the rest of this entry »

Posted by injurytime, filed under Timbang Bimbang. Date: June 6, 2008, 4:59 pm | No Comments »

08  Apr
Who am I?

Tahukah Anda apa yang Anda mau, Anda tuju, dan Anda cari? Jika sudah tahu, hampir bisa dipastikan bahwa Anda tak perlu lagi melontarkan pertanyaan seperti tertulis dalam judul posting ini. Pertanyaan yang biasanya tiba-tiba menyergap seseorang yang sedang bingung, bimbang, dan ragu. Saat dunia seperti kompak memusuhi saat kita merangkai langkah untuk mengeksekusi sederet rencana hidup dan kehidupan yang kita rancang.

Dua musim lalu, nama Frank Rijkaard menjulang tinggi sebagai entrenador muda sarat potensi dan prestasi – dengan mempersembahkan gelar bergengsi pada FC Barcelona. Di usia yang relatif muda – saat kebanyakan pelatih masih mencari bentuk dan jati diri, gelandang andal semasa aktif bermain ini terbukti andal dalam meramu tim penuh bintang El Barca menguasai Liga Spanyol dan Liga Champions. Read the rest of this entry »

Posted by injurytime, filed under Timbang Bimbang. Date: April 8, 2008, 12:28 am | No Comments »