[Tataplah ke depan, jangan sekali-kali menengok ke belakang. Betul, tapi sempatkanlah beberapa jenak untuk melihat sekelilingmu.]

Ini cerita nyata. Terjadi di sebuah rumah kontrakan kecil di sebuah gang kecil di pojok Bagusrangin - sebuah kawasan yang cukup terkenal bagi penyantap makanan khas di Kota Kembang itu. Tempat segerombolan pelaku aktivitas parlemen jalanan berkumpul menyewa beberapa kamar kost sebagai markas sekaligus tempat rapat dadakan.

Malam itu, dalam temaram cahaya lilin karena terkena pemadaman PLN, tokoh-tokoh mahasiswa dari berbagai kota sedang menggelar rapat penting. Kalau tidak salah ingat, agenda utamanya adalah membahas rencana aksi demonstrasi besar-besaran menentang kebijakan Pemerintah RI soal penanganan kasus Timor Timur. Kala itu belum ada Timor Leste karena daerah itu masih menjadi anggota Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Saat ini keadaan sedang genting,” buka pemimpin rapat sekaligus korlap aksi esok hari. “Malam ini kita harus menyiapkan segala sesuatunya agar rencana berjalan lancar dan tidak ada satu pun yang tertangkap aparat serta berakhir damai. Setiap orang akan diberi tanggung jawab sehingga tidak ada satu hal pun terlewat. Saya minta keseriusan semua untuk memastikan pesan kita sampai ke pihak yang berwenang lewat bantuan kawan-kawan pers yang berada di belakang kita.”

Heroik. tegang. Serius. Jam-jam berikutnya diisi diskusi, debat, bahkan perdebatan panjang plus pertukaran volume suara tinggi dan perlombaan gebrakan tangan. Seru. Semalam suntuk rumah kontrakan itu sibuk melakukan ini-itu. Menjanjikan sebuah aksi besar yang rapi, tertib, aman. Mau tahu hasil akhir rapat mahasiswa idealis pembela rakyat itu? Aksi gagal total karena para peserta rapat - yang merupakan pelaku inti aksi - ternyata… tak ada di lokasi seperti jadwal yang disepakati!

Acap kali kita melupakan hal-hal kecil sehingga mimpi-mimpi besar urung terwujud. Patrick Evra tahu betul prinsip dasar itu. Bek muda Manchester United itu merasakan bagaimana gabungan talenta brilian, kesempatan bagus, dan atmosfer menyenangkan tak otomatis membuatnya dekat dengan cita-citanya menjadi pemain besar. Tanpa kemampuan beradaptasi dengan hal-hal kecil, sinar pemain kelahiran Senegal ini sempat meredup dan nyaris hilang dari peredaran. Read the rest of this entry »

Posted by injurytime, filed under Sang Pemimpi. Date: May 14, 2008, 5:06 pm | No Comments »