[Pelajaran ada di mana-mana. Bahkan dari sesuatu yang tampaknya sama sekali berbeda. Hanya perlu kesediaan membuka mata pada segala. Kadang, ada penemuan ajaib di sana.]
Apa hubungannya penyelenggaraan Pemilu dengan bisnis? Teman saya punya jawaban yang jitu: sama-sama butuh kemampuan menghitung hasil dengan cepat dan akurat! Nah, lho? Kok bisa? Teman saya memang jeli sekali. Latar belakang pendidikan politik dan sekaligus praktek sebagai aktivis jalanan memberinya ilham saat menjalankan profesi sebagai businessman.
“Begini penjelasannya,†jelasnya dalam sebuah pertemuan. “Lihatlah bisnis quick count yang belakangan marak dalam setiap Pemilu dan Pilkada di negeri ini. Banyak sekali lembaga yang menyediakan fasilitas penghitungan cepat dan akurat untuk memprediksi hasil akhir. Peserta Pemilu dan Pilkada tentu butuh suplai informasi untuk memonitor pencapaiannya tanpa perlu menunggu pengumuman resmi KPU.â€
“Nah,†lanjutnya antusias. “Bisnis kita juga bisa dilihat dalam kaca mata seperti itu. Kita juga membutuhkan informasi cepat dan akurat mengenai seberapa sukses produk kita diterima pasar. Bagaimana caranya? Sama dengan pemilu dan Pilkada, kita bisa memilih beberapa outlet sebagai sample yang dianggap mewakili secara keseluruhan tingkat penjualan produk kita.â€
Luar biasa!
Ide yang semula kami kira hanyalah joke belaka itu ternyata bisa dipraktekkan di lapangan. Persis seperti quick count, tim riset berhasil menemukan cara memilih sample untuk memprediksi sales total tanpa perlu menunggu laporan bulanan. Tinggal pencet, kami sudah tahu berapa banyak produk yang terjual sebagai gambaran akan seberapa laku produk tersebut. Dan, biasanya tingkat melesetnya juga sangat tipis.
Kuncinya adalah kejelian melihat sisi positif, bahkan dari sesuatu yang sepertinya tidak ada hubungannya. Persis seperti Pemilu dan bisnis, Joachim Loew juga mampu membangun korelasi antara sepak bola dan bola basket. Lho, kok bisa? Pelatih tim nasional Jerman itu menjawab, “Saya selalu terkesan dengan kemampuan pemain basket dalam bertahan dari serangan lawan. Saya piker kami bisa belajar banyak dari mereka untuk memperbaiki permainan kami.†Read the rest of this entry »