13  May
Memarahi uang

[Buat apa melawan kekuasaan uang yang faktanya bisa membeli apa saja. Sebutkan nilaimu, akan kubeli berapa pun yang kau minta!]

“Pertimbangkanlah sekali lagi masak-masak. Please…” begitu pinta saya kepada seorang rekan kerja yang meminta pamit. “Kami memang tidak bisa menandingi penawaran tinggi perusahaan besar yang memintamu bergabung. Tapi, ingatlah saat kita bahu-membahu membangun semua ini menjadi seperti sekarang. Mimpi-mimpi besar kita yang belum semua bisa terwujud. Tidakkah kamu sayang meninggalkan bangunan yang kita rintis bersama sejak awal dengan segala tetesan keringat dan air mata di tengah perjalanan?”

Kehilangan rekan kerja andalan bukan perkara mudah untuk diterima. Apalagi jika alasannya pergi terbilang sangat sederhana, “Ada tawaran yang lebih baik, Mas”. Realita yang kerap tak mempan dihindari dengan segala macam romantisme, idealisme, nilai-nila yang pernah sangat kuat didekap. Ketika seminggu kemudian karib seperjalanan kembali datang menghadap, saya tak bisa berbuat lain kecuali berusaha mengusik nuraninya.

“Adakah yang bisa saya lakukan untuk menahanmu? Katakan. Saya akan berusaha sekuat tenaga memenuhi permintaanmu,” tanya saya memelas. Tanya yang berjawab amat tegas tanpa kemungkinan diralat, “Maaf, tidak ada, Mas. Saya tahu perusahaan tidak mampu memenuhi permintaan saya. Mari bersikap realistis. Saya juga butuh penghidupan yang lebih layak. Bukan sekadar nilai-nilai dan prinsip-prinsip mulia. Saya tidak bisa menolak tawaran terbaik yang pernah mendatangi saya.”

Ya, tawaran terbaik yang sulit ditolak. “Alexander Hleb tengah menyiapkan kepindahan paling serius dan terpenting dalam hidupnya. Dia akan meninggalkan Arsenal meski klub itu menawarkan perpanjangan kontrak yang lebih tinggi nilainya. Hanya waktu yang akan menjawab apakah itu salah atau benar. Sekarang tak ada jalan untuk kembali,” jelas Nikolai Shpilevsky, agen Hleb, seperti dikutip Harian Pressball, Belarusia. Read the rest of this entry »

Posted by injurytime, filed under Bara Hati. Date: May 13, 2008, 12:06 am | 1 Comment »