[Selalu bangga rasanya bisa jadi yang pertama. Sehingga banyak yang menolak menjadi pengikut - meski untuk hal yang baik sekalipun.]

“Hanya yang nomor satu yang akan survive. Orang tak akan peduli dengan yang nomor kesekian. Kalau Anda tidak bisa jadi nomor satu, jangan harap dilirik orang.” Sederet kalimat keras yang terdengar dari seorang CEO sebuah perusahaan terkenal di negeri ini. Menegaskan visi bisnisnya yang menginginkan semua unit usahanya menjadi leader di bidangnya masing-masing.

Sayang, panggung bisnis adalah dunia yang keras. Hanya segelintir yang bisa beroleh sukses besar di rimba belantara deal-deal kelas kakap. Selebihnya harus terima menjadi pengikut alias follower. Tapi, kita kerap lupa bahwa banyak juga para pengikut yang berhasil mendahului sang pemula. Mereka yang mampu secara jeli memperbaiki kekurangan para pendahulu menjadi kekuatan baru yang sulit disaingi.

Menjadi yang pertama memang penting, tapi lebih penting memastikan bahwa apapun posisinya kita berusaha melakukan yang terbaik. Kira-kira begitulah Pemerintah Inggris mengambil sikap mereaksi good political gesture yang ditunjukkan Pemerintah Rusia. Negeri penghuni kasta atas di benua biru itu membalas kebijakan mengejutkan kamerad-kamerad di Kremlin dengan keputusan yang tak kalah mengagetkan dari mister-mister di Downing Street 10. Read the rest of this entry »

Posted by injurytime, filed under Menjadi Bijak. Date: May 9, 2008, 5:47 pm | No Comments »