11  Apr
Karena Sandra Dewi

Sandra Dewi My FavouriteDalam hidup, pasti ada satu atau dua masa saat kita mengalami sebuah kejadian luar biasa. Saya, misalnya, heran sendiri kenapa tadi malam bisa menangis sesenggukan di depan televisi hanya karena menonton sebuah sinetron. Tentunya bukan melulu karena sinetron itu dibintangi oleh Sandra Dewi - artis baru yang tengah jadi buah bibir di seantero negeri yang memang membuat saya jatuh cinta dan rela berlama-lama memelototi keindahannya.

Namun, lebih karena alur cerita dan pesan utama dari sinetron itu yang membuat saya amat sangat tersentuh. Kisah tentang bagaimana seorang gadis memilih melahirkan anaknya meski calon mertuanya berusaha menyuapnya untuk menggugurkan kandungan itu karena merasa anak tunggalnya tak layak bersanding dengan perempuan yang lahir di luar nikah dan punya latar belakang kelam sebagai pelaku kehidupan malam. Dramatisasi cerita seorang ibu yang rela melepas anaknya tinggal dengan keluarga bapaknya yang dulu pernah mencampakkannya dengan sangat hina itu dan menjadi gila karena tak kuasa menahan rindu pada sang buah hati. Ending memilukan ketika sang anak yang kini telah menjadi dokter jiwa menemukan sang ibu tengah menangisi boneka masa kecilnya setelah 18 tahun berpisah dan berhasil membuatnya sadar kembali lewat lagu “Kasih Ibu…”.

Jalinan cerita yang membuat dada saya terasa sesak dan tanpa sadar mengalirkan air mata deras dari balik kelopaknya. Kejadian langka yang saya sendiri heran dibuatnya. Sama persis dengan Oliver Kahn yang mengaku tak akan pernah melupakan sebuah pertandingan yang baru saja dijalaninya. Sebuah laga yang melahirkan begitu banyak sensasi - meski hanya menghadapi sebuah klub kecil di sebuah kejuaraan yang jauh dari predikat prestisius.

Malam itu Bayern Muenchen dijadwalkan menghadapi Getafe di perempatfinal Piala UEFA. Hasil first leg di kandang Bayern adalah 1-1 sehingga tim tamu harus menang atau minimal seri 2-2 untuk bisa lolos ke semifinal. Tugas yang tampaknya bakal berjalan mudah saat Getafe harus bermain dengan 10 orang karena salah satu pemainnya terkena kartu merah. Alih-alih mendominasi permainan, Bayern malah tertinggal 0-1 sampai peluit panjang hampir dibunyikan. Beruntung Franck Ribery mampu menyamakan skor di injury time untuk memaksakan perpanjangan waktu.

Nah, di sinilah drama kehidupan dimulai. Hanya dalam waktu dua menit, Getafe mencetak 2 gol sehingga unggul 3-1 atas raksasa yang sangat difavoritkan untuk jadi juara itu. Di saat dunia menanti datangnya kejutan, Luca Toni muncul dengan dua gol di menit-menit tambahan perpanjangan waktu. Kahn yang berposisi sebagai kiper nekat maju merangsek ke depan untuk menyambut sepak pojok di detik-detik terakhir. Keputusan tepat yang membuat bek-bek Getafe kebingungan menjaga lawan dan membuat Luca Toni mampu menceploskan bola dengan kepalanya, 3-3!

“Saya telah 140 kali bermain di kompetisi Eropa melawan Barcelona, Manchester United, dan Real Madrid, tapi semua itu tidak bisa dibandingkan dengan partai menakjubkan malam ini melawan Getafe,” kata Kahn yang membela Bayern sejak 1994. “Ketika tim ini bertemu 10 tahun lagi, bukan Real Madrid, MU, atau Barcelona yang akan kami bicarakan - tapi kami akan bicara tentang Getafe. Saya belum pernah mengalami pertandingan semenakjubkan, semenegangkan, dan seajaib ini.”

Beruntunglah kita yang pernah mengalami satu atau dua kejutan dalam hidup. Kadang memang terasa menyesakkan saat menjalaninya, namun bakal menjadi kenangan indah yang awet terekam dalam benak kita. Seawet bayangan Ibu Sandra Dewi yang hari-hari ini tak henti mengganggu bayang-bayang dalam benak saya (hehehehe…).

Seabadi iringan cinta ibu yang pastilah selama-lamanya… Selamat hari ibu… untuk cinta ibu yang tiada terkira…

Posted by injurytime, filed under Misteri Cinta. Date: April 11, 2008, 8:08 pm |

3 Responses

  1. cangkir penyair Says:

    angry pancen oye :D

  2. baratayudha Says:

    Bagaimana dengan yang lain, cinta laura, dian sastro, ato bahkan dewi persik. Kapan dapet giliran? Jangan salah paham dikira mereka gak pengin di tulis disini lho yo he..he..hee!

  3. septi Says:

    waktu baca tulisan yg menceritakan dirimu menangis sesegukan…??!!

    jadi ketawa… :)

    R u sure what u’re doing is crying out loud cause of the story or crying out loud berharap seperti pungguk merindukan sandra dewi??

    :)

    Keep on Writing!

Leave a Comment

Your comment

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.