Dewi PersikSetujukah Anda dengan pencekalan Dewi Persik oleh sejumlah pejabat di negeri ini? Bagi yang setuju, itu adalah tindakan tegas bagi artis yang dinilai telah keluar dari batas-batas kewajaran. Bagi yang menolak, pelarangan itu makin menguatkan citra betapa represifnya negeri ini menangani kebebasan berekspresi.

Pasti ada yang setuju, ada juga yang tidak. Masing-masing punya argumentasi yang jika diperdebatkan tampaknya tak akan pernah bisa menghasilkan kata sepakat. Yang satu akan menuduh pihak lain sok moralis, sementara pihak lain akan menuding kubu lawan sebagai perusak norma-norma kemasyarakatan.

Mari kita bandingkan dengan pertanyaan ini: setujukah Anda jika seorang pemain sepakbola diberi kebebasan sebebas-bebasnya untuk berekspresi di lapangan hijau? Sebuah pertanyaan sederhana yang lagi-lagi akan memicu debat berkepanjangan. Ada yang kontra karena menganggap ekspresi, kebebasan, dan improvisasi adalah nyawa utama permainan paling populer di Indonesia tersebut. Ada juga yang pro karena menilai sikap sportif berdasarkan nilai penghormatan pada lawan adalah prinsip utama yang tak boleh dikalahkan hanya atas nama ekspresi. Read the rest of this entry »

Posted by injurytime, filed under Menjadi Bijak. Date: April 28, 2008, 10:23 pm | 6 Comments »

28  Apr
Timbang rasa

“Bul… maaf ya aku sibuk banget… jadi kamu belum sempat mandi deh…” kata saya sembari membelai-belai Si Bul yang memang sudah kelihatan dekil. Badannya penuh bercak kotoran, debu, dan air hujan bercampur menjadi satu. Kakinya penuh lumpur dan jelaga - menutupi warna asli putih cemerlang. Hmmm… makin menyebalkan jika mencium baunya yang apak.

“Lu emang gila!” sergah teman saya. “Gue masih ngarti kalau lu ngobrol sama anjing piaraan lu. Tapi gue pikir lu emang udah nggak waras kalau sampai mobil juga lu ajak ngobrol! Dasar sinting!” Begitulah reaksi rata-rata orang mengomentari kebiasaan saya berkomunikasi dengan Si Bul - mobil yang setia menemani. Dinamai Si Bul karena selain body-nya tambun, juga untuk membedakan dengan seniornya yang sudah pensiun yang karena kelangsingannya disebut Si Bil.

Percaya atau tidak, sesekali muncul keajaiban kecil saat saya kami berkomunikasi. Entah sekadar perasaan yang lebih nyaman saat mengemudi, reaksi sang mobil yang terasa lebih sesuai dengan kebutuhan saya, atau Kerusakan yang sering bisa ditunda sampai kami tiba di rumah atau menemukan bengkel terdekat. Pernah saya memuji mobil lain yang sedang melintas, sebuah Ferrari sport merah menyala, entah kebetulan atau tidak tiba-tiba Si Bul batuk-batuk dan sempat mendadak mati mesin. Setelah minta maaf dan “merayunya” mesin menyala kembali hehehe…

Jika mobil yang notabene tidak punya rasa dan hati saja bisa sangat sensitif, bayangkan betapa sensitifnya kita para manusia ini. Maka, bisa dimengerti jika Luciano Spalletti menyatakan keberatannya atas tindakan Romanista menggelar pawai yang secara demonstratif meminta investor baru segera masuk untuk mendanai AS Roma. Bagi pelatih berkepala plontos itu, tindakan itu terlalu berlebihan dan hanya akan melukai perasaan pemilik klub saat ini.

“Saya pikir itu bukan hal yang baik untuk dilakukan, apalagi jika kita menimbang perasaan keluarga Sensi yang telah melakukan banyak hal untuk Roma selama ini,” kata pelatih AS Roma itu mencoba menempatkan diri dalam kaca mata keluarga Franco Sensi - presiden klub yang menugaskan Rosella Sensi, putrinya, untuk menjalankan tugas operasional di lapangan. Read the rest of this entry »

Posted by injurytime, filed under Menjadi Bijak. Date: April 28, 2008, 4:00 pm | No Comments »

24  Apr
The danger of love

Dalam hidup, ada kalanya kita amat sangat terikat dengan sesuatu. Sadar atau tidak, sesuatu itu sesungguh-sungguhnya menjadi pusat kehidupan. Kita bisa tertawa karenanya, sekaligus merana dibuatnya. Susahnya, sekuat apapun kita mengatasi efek keterikatan itu, tetap saja hari-hari kita didikte oleh sang sesuatu itu.

Dan, hanya cinta yang bisa berbuat seperti itu. Tanpa rasa yang pastilah semua kita pernah merasakannya itu, mustahil hidup kita bisa sedemikian terpengaruhi oleh hal lain di luar kita itu. Kesadaran akan hal ini dalam banyak hal akan menolong kita untuk mengetahui apa yang sesungguhnya sedang terjadi. Berusaha mengingkari atau melawannya hampir sama artinya dengan kesia-siaan belaka.

Lihatlah Frank Lampard yang dibuat tak berdaya oleh keterikatan yang melingkarinya. Melihat ibunda tercinta tergeletak lemah mengatasi penyakit pnemonia-nya membuat sang bintang kehilangan segala kekuatannya. Bahkan pelatih Chelsea, Avram Grant, merasa perlu meninggalkan kapten Chelsea itu di rumah saat tim asuhannya melawan Wigan Athletic dan Everton. Read the rest of this entry »

Posted by injurytime, filed under Misteri Cinta. Date: April 24, 2008, 2:50 am | 2 Comments »

22  Apr
Kanker kehidupan

Raul dan istriDokter mengatakan hidupnya sudah tinggal sebentar lagi. Sel-sel kanker telah menggerogoti seluruh tubuhnya. Menjalar ke mana-mana, termasuk ke bagian-bagian vital tubuhnya. Entah sudah berapa macam obat yang ditelannya, termasuk terapi kemoterapi yang luar biasa menyakitkan - dan sejumlah pengobatan alternatif yang dengan antuasias dijalaninya serta bergunung-gunung doa yang dipanjatkannya.

Tapi, tak sedikit pun kemajuan didapatnya. Gadis muda yang hanya bisa terbaring lemah di pembaringan, nyaris tanpa masa depan dan keceriaan seperti layaknya wanita seusianya. Adakah dia menyerah? Di satu sisi dia menyadari betapa hanya mukjizat yang bisa menjadikannya normal kembali, namun di lain sisi dia tak pernah lelah menjalani segala demi kesembuhannya.

“Aku mungkin tidak akan pernah sembuh,” ucapnya lirih di pembaringan yang telah didiaminya berbulan-bulan. “Waktuku mungkin tinggal sebentar lagi. Tapi biarlah kuisi hari-hariku dengan semua obat dan terapi ini. Harapanku memang sudah sangat tipis, tapi siapa tahu Tuhan akan mengasihaniku jika Dia melihatku berusaha melawan penyakit ini.”

Diam-diam bulu kuduk saya merinding. Sederet kalimat keputusasaaan yang toh masih menyeruakkan semangat untuk terus hidup. Meski lentera harapan kian meredup, dia menolak untuk menyerah. Tidak menyalahkan sang lentera, namun justru memacu diri untuk membujuk sang lentera mengirimkan sinarnya…

Dalam skala yang rasanya jauh berbeda, Raul Gonzalez pun kini menyadari betapa harapannya untuk tampil di Piala Eropa 2008 amatlah sangat tipis. Namun, sebagai pejuang sejati, kapten Real Madrid ini menolak untuk menyerah - apalagi menyalahkan pihak lain atau keadaan - sebagai reaksi atas mimpinya yang nyaris kandas itu. Read the rest of this entry »

Posted by injurytime, filed under Jatuh Bangun. Date: April 22, 2008, 1:11 am | 1 Comment »

“Bagaimana jika kelak calon istrimu melarangmu merokok?” tanya saya iseng kepada seorang kawan - yang saya kenal benar adalah perokok berat. Tak kalah dengan kereta api saat berjalan dan tanpa henti mengepulkan asap dari lokomotifnya.

“Tentu saja aku akan memilih wanita yang mau menerimaku apa adanya, termasuk kebiasaanku merokok” jawabnya yakin. “Tapi,” lanjutnya, “kalau calon istriku nekat memintaku berhenti merokok, aku lebih baik putus dan mencari calon lain,” lanjutnya tegas tanpa bermaksud bercanda.

Bertahun-tahun berlalu sejak percakapan ringan itu terjadi. Kini, setelah sang kawan memiliki tiga anak yang lucu-lucu, saya mendapatinya bersih tanpa bau tembakau. Spontan saya merangkulnya dan berbisik pelan, “Pasti istimewa sekali istrimu sehingga kamu lebih memilih berpisah dengan rokok kretek daripada mencari calon lain yang mau menerima hobimu merokok.”

Kira-kira seperti itu jugalah posisi Kristen Pazik dalam hidup Andriy Shevchenko - striker Chelsea yang secara konsisten dibayangi isu bakal segera “pulang kandang” ke AC Milan karena mendadak mandul begitu dibeli Roman Abramovich. Apalagi santer terdengar bahwa kepindahannya itu - yang memang sangat mengejutkan - tidak didasari semata-mata oleh pertimbangan profesional, melainkan lebih karena argumentasi personal. Read the rest of this entry »

Posted by injurytime, filed under Misteri Cinta. Date: April 18, 2008, 6:01 pm | 1 Comment »

Pernahkah Anda membayangkan dunia ini tak punya matahari? Mungkin belum pernah ya… Karena, tiap hari kita terbiasa disapa sang mentari kira-kira selama 12 jam – bisa kurang, bisa lebih. Sumber kehidupan manusia di siang hari yang amat sangat berarti. Memberi panas, terang, energi kepada miliaran umat manusia.

Dan, beruntunglah kita hanya punya satu matahari – yang bisa memenuhi kebutuhan semua. Tak ada yang protes. Bahkan, bagian terdingin belahan dunia pun – kawasan Antartika – masih sempat dikunjungi, meski hanya sesaat. Jika pun ada keirian, melulu karena banyak orang di banyak tempat yang merasa kurang dimanjakan. Jangan heran jika banyak manusia rela menghambur-hamburkan uang hanya untuk berjemur.

Bayangkan jika ada banyak matahari. Tidakkah dunia ini bakal runyam dicabik-cabik prahara? Pasti tiap orang dan kelompok merasa berhak mendapatkan dan bahkan memiliki sumber kehidupan itu. Mirip ladang minyak yang diperebutkan oleh nyaris semua pemilik kuasa dan uang. Mengingatkan kita kepada situasi di lapangan hijau.

Jika ditelusuri, terlalu banyak matahari yang beredar di orbit sepak bola internasional. Kebetulan, makin hari makin banyak saja pihak-pihak yang memerlukan jasa, tenaga, dan pikiran mereka. Sejalan dengan perkembangan industri yang makin menggurita, para pemain bintang menjadi komoditas yang diperebutkan. Di titik inilah lantas muncul banyak persoalan yang merecoki peredaran sekumpulan matahari itu.

Read the rest of this entry »

Posted by injurytime, filed under Rimba Pilihan. Date: April 15, 2008, 1:05 pm | 2 Comments »

Ini kisah nyata. Seorang anak menangis tergugu di pangkuan ibunya. Bocah yang masih duduk di bangku sekolah dasar itu tak habis mengerti kenapa dia tak bisa seperti anak-anak lain. “Aku nggak mau sekolah lagi! Aku nggak mau diejek teman-teman. Mereka bilang aku anaknya orang miskin, nggak punya mobil seperti mereka. Aku mau lapor polisi karena bapak nggak mau beli mobil… Padahal bapak kan pejabat to bu?” keluhnya pada ibunda tercinta. Logika bocah ingusan pada fantasi sosok polisi pembela memenuhi benaknya yang tengah buntu menemukan jawaban.

Sang ibu kehabisan kata-kata untuk menenangkan buah hatinya yang gundah gulana. Hanya jemari lembutnya spontan membelai rambut si bocah sebagai jawaban dalam diam. Mana mungkin menjelaskan prinsip suaminya yang tak mau menerima apapun di luar gaji bulanannya sebagai kepala instansi pemerintah di daerah terpencil. Mustahil menceritakan “kelurusan” suaminya yang tegas menolak komisi atas proyek yang harus mendapat persetujuannya - meski itu adalah praktek lazim dalam birokrasi pemerintahan. Mana bisa mengatakan suaminya melarang keras seluruh anggota keluarga memakai mobil dinas dan jatah bensin untuk keperluan pribadi.

Berteguh pada prinsip memang kerap memunculkan godaan. Apalagi jika di sekitar kita berserak realita yang berlawanan dengan prinsip itu - dan bahkan menjadi cara terbaik untuk menuju garis akhir: entah itu kesuksesan, keberhasilan, atau sekadar kepuasan. Protes sang anak tadi mirip kesangsian publik dan pengamat atas kinerja Arsene Wenger di Arsenal belakangan ini. Read the rest of this entry »

Posted by injurytime, filed under Rimba Pilihan. Date: April 14, 2008, 6:49 pm | No Comments »

Masihkah kita mau tetap menerima istri kita jika suatu hari ketahuan suka melakukan hal-hal yang tidak kita sukai? Jika sang pujaan hati ternyata rajin belanja sehingga memberatkan keuangan keluarga? Andai sang kekasih hati gemar bergunjing dengan tetangga tentang kekurangan kita? Dan siapa tahu sang cinta sejati tak pandai memuaskan kita seperti sederet fantasi di masa pacaran dulu?

Sebaiknya jangan buru-buru menjawab. Dalam masyarakat kita banyak sekali perceraian terjadi dengan alas an ketidakcocokan. Dengan kata lain, banyak rumah tangga tercerai berai atau dicerai-beraikan akibat satu atau kedua belah pihak gagal menemukan apa yang diinginkannya. Jika memang benar begitu, maka sebuah pertanyaan dasar pantas kita munculkan: sungguhkah kita mencintai kekasih kita atau kita mencintai syarat-syarat yang kita lekatkan pada pasangan kita? 

Seandainya para petinggi AC Milan memakai standard umum yang berlaku dalam industri sepakbola, sudah pasti sekarang pelatih Carlo Ancelotti bakal menganggur karena dipecat di tengah jalan. Selain gelar pertama Piala Dunia Antarklub yang sukses diraih pada Desember 2007, boleh dikatakan rapor sang pelatih menunjukkan angka merah. Tidak sesuai harapan, bahkan jauh berada di bawah standard. Sebagai juara bertahan Liga Champions musim lalu, kinerja Milan musim ini memang terbilang sangat mengecewakan. Bukan hanya tersisih di Coppa Italia dan Liga Champions, namun bahkan belum pasti bisa masuk 4 besar untuk memperoleh satu tiket ke kompetisi Liga Champions musim depan. Aib bagi klub sekaliber Milan.

Read the rest of this entry »

Posted by injurytime, filed under Misteri Cinta. Date: April 14, 2008, 5:04 am | 3 Comments »

« Previous Entries